Polisi Bersama Masyarakat, Bhabinkamtibmas Humusu Wini Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla.

Polisi Bersama Masyarakat, Bhabinkamtibmas Humusu Wini Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla.

Tribratanewsttu.com, Humusu Wini – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tindak pidana pencurian, Bhabinkamtibmas Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), AIPDA Efendy Arifin, melaksanakan kegiatan sambang dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA tersebut berlangsung di wilayah RT 002 dan RT 003, Desa Humusu Wini. Melalui kegiatan ini, Bhabinkamtibmas hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk menjalin komunikasi, mendengarkan kondisi lingkungan warga binaan, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang berkaitan dengan situasi dan potensi kerawanan yang perlu diantisipasi bersama.

Dalam sambangnya, AIPDA Efendy Arifin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing agar tetap aman, tertib, dan kondusif. Ia menekankan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kepedulian, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi kemarau panjang. Bhabinkamtibmas mengimbau warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan perkebunan dengan cara tebas dan bakar secara tidak terkendali. Kebiasaan membakar lahan, apabila tidak diawasi dengan baik, berpotensi memicu api yang sulit dikendalikan dan meluas ke area perkebunan, kawasan hutan, maupun permukiman warga.

Masyarakat juga diingatkan untuk lebih mengutamakan cara-cara yang aman dalam membersihkan lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api di sekitar lingkungan tempat tinggal. Langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk melindungi keselamatan warga, menjaga lingkungan, serta mencegah kerugian material maupun dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh karhutla.

Selain pencegahan karhutla, AIPDA Efendy Arifin turut mengingatkan warga agar menghindari konsumsi minuman keras (miras) yang berpotensi mengganggu ketertiban dan memicu perselisihan maupun tindakan yang merugikan diri sendiri serta orang lain. Masyarakat diharapkan mampu menjaga perilaku, mengendalikan diri, dan mengedepankan penyelesaian masalah secara baik demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

Mengantisipasi potensi tindak pidana pencurian, khususnya di tengah kondisi paceklik yang dapat meningkatkan kerawanan sosial dan ekonomi, Bhabinkamtibmas mengajak warga untuk menjadi “polisi bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain”. Pesan tersebut mengandung makna bahwa setiap orang perlu memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri, menjaga barang berharga, memastikan keamanan rumah dan tempat penyimpanan hasil usaha, serta peka terhadap perubahan situasi di lingkungan sekitar.

Warga juga didorong untuk saling mengenal, membangun komunikasi dengan tetangga, memperhatikan aktivitas yang mencurigakan, dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian apabila menemukan indikasi gangguan kamtibmas. Kepedulian bersama diharapkan dapat mempersempit peluang pelaku kejahatan sekaligus memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.

Kegiatan sambang ini menjadi sarana untuk mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan komunikasi langsung, pesan-pesan pencegahan dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan desa.

Kasat Binmas Polres TTU, AKP I Made Seri, menegaskan bahwa kegiatan sambang yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas merupakan bagian penting dari upaya pemeliharaan kamtibmas melalui pendekatan preventif dan kemitraan dengan masyarakat. Ia menekankan agar seluruh Bhabinkamtibmas terus aktif hadir di desa binaan, membangun komunikasi yang baik dengan warga, serta menyampaikan imbauan yang sesuai dengan potensi kerawanan di wilayah masing-masing.

“Bhabinkamtibmas harus menjadi mitra dan penghubung yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran anggota di tengah warga bukan hanya untuk menyampaikan imbauan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua. Saya tekankan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla, menghindari minuman keras, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian, terutama dalam kondisi ekonomi yang menantang,” tegas AKP I Made Seri.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian apabila menghadapi persoalan atau menemukan potensi gangguan keamanan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara warga dan aparat menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi serta mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.

Masyarakat di wilayah RT 002 dan RT 003 Desa Humusu Wini menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Kehadiran Bhabinkamtibmas secara langsung memberikan kesempatan bagi warga untuk menerima informasi, memahami langkah-langkah pencegahan, dan memperkuat kepedulian terhadap keamanan serta keselamatan lingkungan. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan sambang dan imbauan kamtibmas berakhir pada pukul 15.20 WITA. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib.

Melalui kegiatan ini, Polres TTU kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan langkah preventif, memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat, serta mendorong keterlibatan warga dalam mencegah karhutla, mengantisipasi pencurian, dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten TTU.