Dari TTU untuk Flores, Bantuan Kemanusiaan Diantar Menyeberangi Laut Menuju Ende
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, TTU – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa Flores terus mengalir dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Semangat kemanusiaan yang digerakkan bersama oleh Polres TTU, para seniman TTU, dan masyarakat TTU diwujudkan melalui penggalangan dana hingga pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Ende.
Bantuan tersebut secara resmi diberangkatkan dari TTU pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, satu unit truk dengan nomor polisi DH 8849 DD yang mengangkut paket bantuan kemanusiaan tiba di Pelabuhan Tenau, Kupang. Selanjutnya, bantuan tersebut akan diseberangkan melalui jalur laut menuju Kabupaten Ende, salah satu wilayah yang terdampak gempa Flores beberapa waktu lalu.
Pengiriman bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Masyarakat TTU, para seniman, dan jajaran Polres TTU bersama-sama menunjukkan bahwa di tengah situasi sulit, semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan tetap dapat menjadi kekuatan untuk membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Bantuan yang dikirim bukan sekadar barang, tetapi merupakan hasil dari penggalangan dana dan kepedulian bersama yang dilakukan Polres TTU, seniman TTU, serta masyarakat TTU. Setiap paket yang terkumpul menjadi wujud nyata rasa persaudaraan masyarakat TTU kepada warga Flores yang sedang membutuhkan dukungan.
Adapun bantuan yang dipersiapkan Polres TTU terdiri atas air mineral sebanyak 227 dos, mie instan 161 dos, pampers bayi 10 dos, susu Dancow 28 dos, biskuit 28 dos, beras sebanyak 2.325 kilogram dengan kemasan masing-masing 5 kilogram, minyak goreng 52 dos, sabun cuci dan sabun mandi 4 dos, popok dan Protex 14 dos, perlengkapan alat sekolah sebanyak 150 paket, serta telur sebanyak 10 ikat.
Rangkaian bantuan tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan pangan, air minum, perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi dan anak-anak, hingga perlengkapan pendidikan. Dengan demikian, bantuan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi masyarakat dalam menjalani proses pemulihan.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., menyampaikan harapan agar seluruh bantuan yang dikirim dapat diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat terdampak gempa, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Kami berharap bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka selama masa pemulihan,” harap Kapolres TTU.
Kapolres juga menekankan pentingnya proses penyaluran bantuan dilakukan secara tertib, transparan dan tepat sasaran. Menurutnya, bantuan kemanusiaan harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan agar kepedulian yang telah dibangun bersama dapat memberikan manfaat nyata.

Lebih dari itu, AKBP Eliana Papote menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman TTU, masyarakat TTU, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses penggalangan dana hingga pengumpulan dan pengiriman bantuan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan antarsesama anak bangsa. Para seniman tidak hanya hadir melalui karya dan kreativitas, tetapi juga mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan. Demikian pula masyarakat TTU yang secara sukarela memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh seniman TTU, masyarakat TTU, serta semua pihak yang telah berpartisipasi, baik dalam penggalangan dana, pengumpulan bantuan, maupun proses pengiriman hingga sampai ke Ende. Ini adalah kepedulian kita bersama. Semoga setiap bantuan dan kebaikan yang diberikan menjadi berkat bagi saudara-saudara kita di Flores,” ungkapnya.
Pengiriman bantuan dari TTU menuju Ende sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ketika sebagian saudara menghadapi bencana, masyarakat dari wilayah lain hadir memberikan dukungan, bukan karena diminta, tetapi karena merasa memiliki ikatan persaudaraan dan kemanusiaan.
Polres TTU berharap bantuan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat terdampak serta mampu membantu memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan. Lebih jauh, semangat solidaritas yang telah terbangun diharapkan terus dipelihara sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan dan bencana.
Dari TTU untuk Ende, dari kepedulian menjadi bantuan nyata. Karena kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, dan kepedulian akan selalu menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang membutuhkan.


