Semarak HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Pocil Polres TTU Tunjukkan Semangat, Disiplin dan Karakter Generasi Muda
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Semangat membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, percaya diri, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026. Salah satunya diwujudkan melalui Lomba Polisi Cilik (Pocil) tingkat Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTT.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Timor Tengah Utara (TTU) turut ambil bagian dengan mengirimkan perwakilan Pocil yang berasal dari SDK Leob, sebanyak 20 siswa-siswi. Keikutsertaan anak-anak tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan dan kecintaan terhadap ketertiban sejak usia dini.
Sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan lomba, kegiatan diikuti melalui pengambilan video penampilan Pocil yang dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026, bertempat di Halaman Satpas Polres TTU, mulai pukul 16.00 WITA hingga 17.30 WITA.
Lomba Pocil tingkat Polda NTT diikuti oleh Polres jajaran Polda NTT, dengan masing-masing Polres mengirimkan satu video penampilan Pocil sebagai bentuk partisipasi dalam rangka memeriahkan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Video tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penilaian dalam perlombaan tingkat Polda NTT.
Keikutsertaan 20 siswa-siswi SDK Leob sebagai Pocil Polres TTU memperlihatkan bahwa pembinaan kesadaran berlalu lintas dapat dimulai sejak usia sekolah. Melalui kegiatan Pocil, anak-anak diperkenalkan dengan nilai-nilai dasar kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, ketertiban, kerja sama, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai.
Lebih dari sekadar kemampuan baris-berbaris dan kekompakan gerakan, Pocil menjadi media pendidikan karakter. Anak-anak dilatih untuk memahami bahwa kedisiplinan bukan hanya dilakukan ketika berada dalam sebuah kegiatan, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk membangun mental yang tangguh, keberanian, rasa percaya diri dan kemampuan bekerja dalam tim. Setiap peserta dituntut untuk mengikuti arahan, menjaga kekompakan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Bagi Polres TTU, keterlibatan anak-anak dalam Lomba Pocil merupakan investasi pembinaan generasi muda. Anak-anak yang saat ini mendapatkan pendidikan tentang disiplin dan keselamatan berlalu lintas diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya aturan serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.
Melalui program tersebut, Polri juga berharap nilai-nilai positif yang diperoleh para Pocil dapat ditularkan kepada teman sebaya. Dengan demikian, edukasi tertib berlalu lintas tidak berhenti pada peserta lomba, tetapi dapat berkembang menjadi budaya keselamatan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Lomba Pocil tingkat Polda NTT juga menjadi momentum memperkenalkan tugas dan fungsi kepolisian secara humanis kepada anak-anak. Polisi tidak hanya dikenal sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dan pembina masyarakat yang hadir untuk memberikan pemahaman serta membangun kesadaran sejak dini.
Setelah pelaksanaan lomba tingkat Polda NTT, pemenang akan dipersiapkan menjadi perwakilan Polda NTT untuk mengikuti lomba Pocil tingkat Mabes Polri. Tahapan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus menjadikan pengalaman mengikuti lomba sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Melalui momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres TTU berharap kegiatan Pocil dapat terus menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.
Sebab, membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas tidak cukup dilakukan ketika seseorang telah dewasa. Kesadaran itu perlu ditanamkan sejak dini, agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berkarakter dan siap menjadi harapan bangsa di masa depan.


