Kapolres TTU Turun Langsung Temui Warga dan Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Fatutasu
Tribratanewsttu.com, Fatutasu, Eban – Sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., turun langsung menemui masyarakat di Oelatimo, Desa Fatutasu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan bertajuk Polisi Kumpul Bersama Masyarakat tersebut, Kapolres TTU bersama rombongan tidak hanya berdialog dan mendengarkan aspirasi warga, tetapi juga menyerahkan bantuan tali asih kepada Mama Salome Bano, salah satu warga yang menjadi korban musibah kebakaran rumah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga memberikan perhatian, dukungan moral, serta bantuan nyata kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Kapolres TTU bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WITA dan disambut hangat oleh masyarakat melalui pengalungan selendang sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan terhadap kehadiran rombongan. Suasana penuh keakraban terlihat ketika Kapolres menyapa warga, menyampaikan rasa prihatin kepada Mama Salome Bano dan keluarganya, serta mengikuti pertemuan bersama masyarakat di tenda yang telah disiapkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wadansatgas Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 15/Cailendra, Kasat Binmas Polres TTU AKP I Made Seri, S.H., Kabag Ren Polres TTU AKP Yohanes Bara Puka, Kapolsek Miomaffo Barat Ipda Paulus Naif, S.H., Pasi Ops dan Pasiter Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 15/Cailendra, Ketua BPD Desa Fatutasu, perangkat desa, personel Binmas Polres TTU, personel Polsek Miomaffo Barat, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kapolres TTU menyampaikan rasa turut berduka dan prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa Mama Salome Bano dan keluarga. Melalui bantuan tali asih yang diserahkan bersama jajaran Polres TTU dan unsur Satgas Pamtas, diharapkan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah mengalami musibah.
Kapolres juga menyampaikan doa agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan sukacita kepada Mama Salome Bano beserta keluarga. Perhatian tersebut menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan dukungan kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Usai penyerahan bantuan, Kapolres TTU bersama rombongan meninjau langsung lokasi rumah Mama Salome Bano yang telah terbakar. Dari peninjauan tersebut, Kapolres menyampaikan akan mengupayakan pembangunan rumah darurat yang dapat digunakan oleh Mama Salome dan keluarga sebagai tempat tinggal sementara. Langkah ini diharapkan membantu keluarga korban mendapatkan tempat berlindung yang lebih layak selama masa pemulihan pascakebakaran.
Selain memberikan perhatian kepada korban, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan serta bencana kebakaran di lingkungan masyarakat.
Kapolres mengingatkan bahwa wilayah TTU, khususnya Kecamatan Miomaffo Barat, sedang menghadapi kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah, memeriksa kondisi sumber api, serta tidak menyerahkan tanggung jawab menjaga rumah kepada anak-anak yang belum memahami bahaya kebakaran.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap warga lanjut usia agar tidak ditinggalkan sendirian tanpa pendampingan, terutama dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
Terkait kebiasaan membuka lahan pertanian dengan cara tebas bakar, Kapolres mengimbau masyarakat agar menghindari pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta merusak kualitas udara. Ia juga mengajak anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Fatutasu untuk turut melakukan pencegahan dan memberikan teguran kepada warga yang melakukan pembakaran secara tidak aman.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut mengingatkan masyarakat agar menjauhi konsumsi minuman keras karena dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan, dan pengrusakan. Apabila masyarakat menghadapi permasalahan atau membutuhkan bantuan kepolisian, warga dapat menghubungi layanan Call Center 110 Polri untuk memperoleh pelayanan kepolisian.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka antara Kapolres TTU dan masyarakat. Dalam dialog tersebut, Sekretaris Desa Fatutasu menyampaikan kebutuhan bantuan bibit jagung bagi masyarakat yang akan memasuki musim tanam. Sementara itu, Mama Krispina Aunsuni mengungkapkan kesulitan warga dalam memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga mencuci.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres TTU menyatakan kesiapan Polres TTU untuk membantu menyediakan bibit jagung bagi masyarakat. Selain itu, Kapolres menyampaikan rencana pendistribusian beberapa tangki air bersih pada hari Jumat, dengan meminta warga menyiapkan tempat penampungan air di rumah masing-masing agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa kendekatan Polisi Bersama Masyarakat tidak berhenti pada kegiatan kunjungan dan penyerahan bantuan, tetapi juga diwujudkan melalui komunikasi dua arah, penyerapan aspirasi, serta upaya mencari solusi terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, sejumlah hasil yang diharapkan dapat dicapai antara lain meringankan beban psikologis dan kebutuhan korban kebakaran, membuka peluang penyediaan tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran, serta menindaklanjuti kebutuhan warga terkait bibit jagung dan air bersih. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung kesejahteraan warga.
Polres TTU berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik dan pelaksanaan Program 100 Hari Kerja Kapolri. Dengan membangun komunikasi yang terbuka, menghadirkan bantuan yang tepat sasaran, dan menumbuhkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, Polri diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta semakin dipercaya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Kapolres TTU bersama rombongan selanjutnya kembali ke Kefamenanu.
Polri hadir ditengah masyarakat. Melalui kepedulian, kebersamaan, dan tindakan nyata, diharapkan masyarakat yang tertimpa musibah dapat bangkit kembali serta bersama-sama membangun lingkungan yang aman, tangguh, dan sejahtera.


