Mengedepankan Problem Solving: Strategi Bhabinkamtibmas Polres TTU Menekan Kriminalitas Ternak
Tribratanewsttu.com Kefamenanu – Keberhasilan Bhabinkamtibmas Polres TTU dalam menyelesaikan kasus dugaan pencurian ternak di Kelurahan Sasi secara kekeluargaan merupakan implementasi nyata dari strategi Community Policing atau Pemolisian Masyarakat (Polmas). Kehadiran Bripka Zakarias Y. Modok dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa fungsi Polri sebagai pelindung dan pengayom tidak selalu harus berakhir di meja hijau, tetapi bisa diselesaikan melalui mekanisme Problem Solving yang efektif.
Dalam kasus yang menimpa Alexander Fina, polisi menunjukkan kepemimpinan lapangan yang mumpuni. Peran polisi dimulai dari pemetaan masalah saat ternak hilang, pendampingan warga saat pencarian, hingga proses verifikasi kepemilikan. Yang menarik untuk disoroti adalah bagaimana personel Bhabinkamtibmas mampu memobilisasi warga (seperti Joao Elu, Nikolas Bani, dkk) untuk bekerja sama dalam mengamankan barang bukti tanpa menimbulkan kegaduhan.
Secara strategis, langkah Bhabinkamtibmas mengarahkan pengamanan ternak ke rumah warga (Bapak Mikhael Bani) adalah taktik untuk meredam potensi konflik horisontal. Polisi juga bertindak sebagai kurator informasi di media sosial untuk memastikan transparansi. Ini adalah bentuk adaptasi Polri di era digital, di mana informasi cepat bisa digunakan untuk mendukung tugas kepolisian di lapangan.
Dalam pertemuan formal tersebut, pesan-pesan Kamtibmas yang disampaikan polisi memiliki bobot edukasi yang tinggi. Mereka tidak hanya menyelesaikan masalah yang ada, tetapi juga melakukan mitigasi risiko untuk masa depan. Imbauan agar pemilik ternak lebih waspada merupakan bentuk pre-emptive (pencegahan) agar modus operandi serupa tidak terulang kembali di wilayah hukum Kec. Insana Barat maupun Kota Kefamenanu.
Hasil yang dicapai, yakni kegiatan yang aman dan lancar, menunjukkan bahwa masyarakat sangat menghargai kehadiran polisi yang "hadir dan berbuat." Ucapan terima kasih dari pemilik ternak bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas integritas dan profesionalitas Bhabinkamtibmas. Ke depan, model penyelesaian masalah seperti ini diharapkan terus diperkuat sebagai wajah Polri yang humanis, responsif, dan mampu memberikan solusi nyata bagi problematika sosial di masyarakat pedesaan.


