Respons Cepat Bhabinkamtibmas di Balik Kembalinya Sapi Betina Alexander Fina
Tribratanewsttu.com Kefamenanu – Raut wajah Alexander Fina tampak lega saat kembali melihat ternak sapi betinanya yang sempat hilang selama delapan hari. Di balik kembalinya ternak tersebut, ada dedikasi tiga anggota Polri yang tak lelah menjembatani komunikasi antara penemu ternak dan pemiliknya. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Bapak Mikhael Bani di Upkasen, Kelurahan Sasi, menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri tetap terjaga melalui aksi responsif para Bhabinkamtibmas.
Bhabinkamtibmas dalam kasus ini berperan lebih dari sekadar penjaga keamanan; mereka bertindak sebagai jembatan kemanusiaan. Sejak penemuan sapi di hutan belakang Batalion TP 877 Biinmafo oleh warga, Aipda Arianto Sabuin, Aipda Julius Selan, dan Bripka Zakarias Y. Modok langsung terjun ke lapangan untuk mengamankan situasi. Mereka memahami bahwa isu pencurian ternak sangat sensitif dan berpotensi memicu ketegangan sosial.
Langkah yang dilakukan para personel memanfaatkan teknologi informasi. Dengan mengunggah informasi temuan ternak ke media sosial, mereka mempercepat proses identifikasi pemilik. "Kami berterima kasih kepada warga yang berniat baik mengamankan ternak ini. Kejujuran warga dan respons cepat kepolisian adalah kombinasi yang menyelamatkan mata pencaharian Bapak Alexander," ungkap Bripka Zakarias.
Selama proses penyelesaian, pihak kepolisian juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya sistem keamanan lingkungan (Siskamling) ternak. Bripka Zakarias mengingatkan bahwa modus pelaku pencurian kini semakin rapi dengan menyembunyikan ternak di lokasi terpencil. Melalui dialog yang hangat, polisi mengajak warga untuk saling menjaga.
Alexander Fina selaku pemilik ternak menyampaikan apresiasi mendalam. Ia merasa tidak berjalan sendirian saat musibah menimpanya. Responsifnya Bhabinkamtibmas dalam menangani keluhan masyarakat, sekecil apa pun itu, memberikan dampak psikologis yang besar bagi warga di pelosok TTU. Kasus ini ditutup bukan dengan jeruji besi, melainkan dengan jabat tangan dan rasa syukur, memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.


