Sinergi di Balik Bulir Padi, Komitmen Polres TTU dalam Mengawal Program Ketahanan Pangan Nasional
Ttribratanewsttu.com, Boronubaen – Di bawah langit biru yang membentang luas di ufuk Timor Tengah Utara, hamparan padi yang menguning bukan sekadar simbol keberhasilan musim tanam. Pada Jumat, 8 Mei 2026, lahan milik Polsek Biboki Utara di Boronubaen Timur menjadi saksi bisu sebuah aksi nyata institusi Polri dalam mewujudkan visi besar pemerintah yaitu Program Ketahanan Pangan Nasional.
Sekitar pukul 10.40 WITA, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres TTU yang dipimpin langsung oleh Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K, M.M., tiba di lokasi. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kapolsek Biboki Utara, unsur Forkopimcam, serta tokoh adat dan masyarakat setempat. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan manifestasi dari kemitraan strategis antara penegak hukum, pemerintah daerah, dan rakyat.
Kegiatan panen raya simbolis ini merupakan puncak dari dedikasi personel Polri, khususnya KOMPOL Marcal Ribeiro, SH., yang telah berhasil menyulap lahan Polsek Biboki Utara menjadi lahan produktif. Dalam sambutannya yang sarat akan makna, Kapolres TTU menegaskan bahwa seragam cokelat yang mereka kenakan bukanlah penghalang untuk berkarya di lumpur sawah. Sebaliknya, hal ini adalah bentuk perluasan dari tugas pokok Polri.

"Polisi bertugas bukan hanya sebagai penegak hukum atau penjaga keamanan statis, Kami harus bisa menjadi pelopor kesejahteraan. Sebab, ketika perut kenyang dan juga kesejahteraan terjamin, maka stabilitas keamanan (Kamtibmas) akan tercipta dengan sendirinya," ujar Kapolres dengan nada optimis.
Pernyataan tersebut menggaris bawahi teori kriminologi dasar, bahwa faktor ekonomi seringkali menjadi pemantik tindak pidana seperti pencurian. Dengan mendukung swasembada pangan, Polri secara preventif sedang menekan angka kriminalitas dari akarnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Sekcam Biboki Utara, jajaran Kabag dan Kasat Polres TTU, hingga para pemuka agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran para tokoh adat memberikan sentuhan kearifan lokal, menegaskan bahwa program pemerintah pusat hanya akan berhasil jika berakar pada dukungan masyarakat di tingkat akar rumput.
Kapolres juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kompol Marcal Ribeiro, SH. Keberhasilan pengolahan lahan ini diharapkan menjadi role model atau percontohan bagi anggota Polri lainnya dan juga masyarakat luas. Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pangan produktif adalah solusi konkret di tengah tantangan iklim dan ekonomi global yang kian dinamis.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.10 WITA ini ditutup dengan prosesi panen simbolis dan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Melalui momentum ini, Polres TTU mengirimkan pesan kuat kepada publik,bahwa Polri adalah bagian yang tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan petani.

Harapannya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat di wilayah Biboki Utara terus meningkat. Dengan semangat kebersamaan di "Bumi Biinmafo", ketahanan pangan bukan lagi sekadar slogan di atas kertas, melainkan kenyataan yang tersaji di atas meja makan setiap warga. Komitmen ini menjadi bukti bahwa pengabdian Polri kini melampaui batas-batas bukan hanya patroli serta menjaga keamanan semata, namun menyentuh aspek paling dasar dalam kehidupan.


