Antisipasi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Polres TTU Gelar Patroli Dialogis di Sejumlah SPBU Kota Kefamenanu
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, (07/07/2026) – Menindaklanjuti instruksi langsung dari Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) terkait peningkatan status kewaspadaan pada jam-jam rawan, regu Pamapta II bersama personel gabungan Piket Fungsi Polres TTU menggelar kegiatan patroli Presisi, monitoring, dan cipta kondisi secara masif di seputaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Kefamenanu, Selasa siang. Langkah preventif ini diambil sebagai komitmen tegas kepolisian dalam mencegah praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sekaligus mengurai antrean kendaraan yang mulai memadati area pengisian.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Pamapta II Polres TTU, IPDA Jack S. Johannes, S.I.P. Sebelum Personel bergerak ke lapangan, terlebih dahulu dilakukan apel pengecekan kesiapan personel serta sarana prasarana penunjang. Pada kesempatan tersebut, IPDA Jack memberikan Acara Arahan Pimpinan (APP) yang menekankan agar seluruh anggota bertindak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penertiban dan pemantauan harus dilakukan secara sopan dan humanis, namun tetap mempertahankan sisi tegas serta terukur demi menjaga wibawa hukum dan kenyamanan masyarakat.
Operasi cipta kondisi ini memprioritaskan tiga titik krusial yang menjadi urat nadi distribusi bahan bakar di Kota Kefamenanu, yakni SPBU Nasleu, SPBU Eltari, dan SPBU Kilo Meter 4 Jurusan Kupang. Berdasarkan hasil monitoring awal oleh anggota piket fungsi pada pukul 12.00 WITA, dilaporkan adanya lonjakan volume kendaraan roda dua dan roda empat yang memicu antrean panjang. Hal ini berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas serta mengganggu arus lalu lintas di sekitar jalur utama operasional masyarakat.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengawasan ketat terhadap jalannya pengisian bahan bakar guna meminimalisir adanya indikasi kecurangan, seperti pengisian berulang oleh oknum tertentu atau penggunaan tangki modifikasi yang bertujuan untuk menimbun BBM bersubsidi jenis Pertalite. Selain penegakan aturan secara fisik, tim gabungan juga melaksanakan patroli dialogis dengan berkoordinasi secara mendalam bersama pihak pengawas di ketiga SPBU tersebut.
Dari hasil koordinasi, diketahui bahwa antrean panjang terjadi akibat kekosongan stok operasional harian untuk BBM jenis Pertalite secara mendadak. Namun, pihak pengawas ketiga SPBU memberikan kepastian kepada petugas bahwa pasokan logistik BBM jenis Pertalite dan Pertamax akan segera tiba dan masuk ke tangki penyimpanan pada pukul 13.30 WITA dengan jumlah stok yang bervariasi di masing-masing pangkalan. Informasi ini langsung diteruskan secara transparan oleh petugas kepolisian kepada masyarakat yang sedang mengantre guna meredam kepanikan massal (panic buying).

Guna menjamin keberlanjutan keamanan, IPDA Jack S. Johannes juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pengelola SPBU untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 milik Polres TTU jika menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum atau hal menonjol lainnya. Layanan ini aktif 24 jam untuk menjamin respon cepat dari piket Polres TTU terhadap segala bentuk gangguan keamanan.
Adapun penguatan personel dalam patroli berskala intensif ini melibatkan sinergi lintas fungsi yang terdiri dari 2 personel Satuan Sabhara, 1 personel Satuan Intelkam, 1 personel Satuan Reskrim, serta 1 personel Seksi Propam (Provos) guna mengawasi jalannya tindakan anggota di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan patroli cipta kondisi ini berakhir pada pukul 14.00 WITA saat seluruh personel tiba kembali di Mako Polres TTU. Berdasarkan evaluasi akhir, situasi kamtibmas di seluruh wilayah hukum Kota Kefamenanu, khususnya di area objek vital SPBU, dilaporkan berada dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.


