Polres TTU Perketat Pengamanan Malam Takbiran, KRYD Digelar di Sejumlah Titik Rawan
Pelaksanaan pengamanan malam takbiran oleh Polres TTU melalui KRYD dalam rangka Operasi Ketupat 2026 menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif
Tribratanewsttu.com; Kefamenanu (20/3/2026) - Polres Timor Tengah Utara (TTU) melaksanakan pengamanan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dengan fokus pada patroli, pengaturan lalu lintas, penggalangan, serta penjagaan di lokasi rawan gangguan kamtibmas di wilayah Kefamenanu.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.
Selain pengamanan di lapangan, jajaran Polres TTU juga mengikuti zoom meeting terpusat yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan tersebut berpusat di Pos Pelayanan Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia.
Di wilayah TTU, zoom meeting dipusatkan di Pos Pelayanan Terpadu El Tari (Elatri), yang dihadiri Wakapolres TTU Kompol Sudirman, S.Sos., para Pejabat Utama Polres TTU, perwakilan Kodim 1618/TTU, serta sejumlah instansi terkait.

Kompol Sudirman menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik dan balik, tetapi juga menjamin keamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan spiritual.
“Pengamanan tidak hanya pada arus lalu lintas, tetapi juga saat masyarakat melaksanakan ibadah seperti sholat tarawih hingga pelaksanaan sholat Idul Fitri,” ujar Kompol Sudirman
Ia menambahkan, kegiatan patroli yang dilaksanakan lebih mengedepankan pendekatan preventif melalui dialog langsung dengan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri juga mengedepankan sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain pendirian pos pengamanan dan pos pelayanan, rekayasa lalu lintas, hingga kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kerawanan seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan gangguan keamanan.
Dengan pengamanan yang intensif tersebut, diharapkan masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat.


