Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres TTU Prioritaskan Kesehatan Mental Personel Melalui Terapi USEFT
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara menggelar kegiatan inovatif yang berfokus pada kesejahteraan personelnya. Pada hari ini, Rabu (24/06/2026), telah dilaksanakan kegiatan Bantuan Terapi Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) bagi jajaran Polres TTU.
Kegiatan yang berlangsung di Gereja Oekumene Polres TTU ini dimulai pukul 09.30 WITA hingga 10.00 WITA dan dihadiri oleh kurang lebih 100 personel Polres TTU. Fokus utama dari inisiatif ini adalah untuk memberikan ruang pemulihan emosi bagi para anggota Polri, yang seringkali dihadapkan pada tugas-tugas berat dan tekanan tinggi.
Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres TTU, AKP I Wayan Guna. Dalam sambutan pembukanya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental personel sebagai bagian tak terpisahkan dari kesiapan operasional Polri dalam melayani masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Kepolisian Resor TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., memberikan sambutan khusus. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyatakan bahwa kesejahteraan personel merupakan salah satu prioritas utama, terutama dalam rangka menyambut momentum bersejarah Hari Bhayangkara ke-80. Kapolres Eliana menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, baik secara fisik maupun mental.

Pemberian materi dan praktik Terapi USEFT dipimpin oleh tim terapis berdedikasi yang terdiri dari personel Polres TTU yang telah terlatih dalam bidang ini. Tim tersebut meliputi Aipda Novryanto Gumarang Putra, Aipda Arif Hendra, Bripka Lukito Adityawarman, Brigpol Maria Edorina Klobor, dan Brigpol Beatrix Chandra Nipu.
Dalam sesi terapi, para terapis memperkenalkan metode USEFT sebagai sebuah teknik pembebasan emosi yang komprehensif, menggabungkan elemen tubuh, pikiran, dan jiwa. Melalui teknik pengetukan pada titik-titik meridian tubuh, para personel diajarkan cara-cara praktis untuk melepaskan trauma, kecemasan, dan beban emosional negatif lainnya.
Tujuan utama dari sesi ini, sebagaimana dijelaskan oleh para terapis, adalah untuk memulihkan energi positif, meningkatkan kesehatan mental, dan menciptakan keseimbangan emosional yang lebih baik dalam diri setiap personel. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat melaksanakan tugas-tugas kepolisian dengan lebih optimal dan penuh semangat.
Setelah menjalani sesi terapi USEFT selama kurang lebih satu jam, terlihat perubahan signifikan pada raut wajah dan sikap para personel. Berdasarkan hasil wawancara singkat dan observasi di lokasi, para peserta melaporkan pengalaman positif yang mendalam. Mereka menggambarkan perasaan lega yang luar biasa, hati yang tenang, pikiran yang rileks, dan hilangnya beban berat yang selama ini tersimpan di dalam hati.
Seorang personel yang ikut serta dalam terapi mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Saya merasa jauh lebih ringan setelah mengikuti sesi ini. Ternyata, selama ini saya memendam banyak stres dan beban pikiran yang tidak saya sadari. Terima kasih kepada Kapolres dan tim terapis atas pelayanan yang sangat bermanfaat ini."
Layanan Terapi USEFT ini menjadi bukti nyata kepedulian pimpinan Polres TTU terhadap kondisi internal personelnya. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kesejahteraan psikologis.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Gereja Oekumene terpantau aman, tertib, dan kondusif. Jajaran personel Polres TTU juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas perhatian dan layanan kepolisian yang inovatif ini.
Pelaksanaan Terapi USEFT di Polres TTU dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kesehatan mental dalam institusi kepolisian. Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, langkah Polres TTU untuk memprioritaskan pemulihan emosi personelnya patut diapresiasi sebagai model percontohan bagi jajaran kepolisian lainnya di Indonesia. Dengan personel yang sehat secara mental dan emosional, diharapkan Polri akan semakin kuat dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara.


