Kembalinya Putra Biinmaffo; Jejak Kompol Sudirman Tegaskan Komitmen Bangun Kamtibmas Berbasis Hati

Kembalinya Putra Biinmaffo; Jejak Kompol Sudirman Tegaskan Komitmen Bangun Kamtibmas Berbasis Hati
Pose : Wakapolres TTU Kompol Sudirman, S.Sos. bersama komunitas ojek pangkalan di terminal kefamenanu, Jumat 27 Maret 2026 . Dok Humas

Tribratanewsttu.com Kefamenanu, TTU – Ada pepatah mengatakan bahwa sejauh mana pun kaki melangkah, tanah kelahiran akan selalu memanggil untuk pulang. Bagi Kompol Sudirman, S.Sos., pepatah ini bukan sekadar kalimat puitis, melainkan sebuah realitas penugasan yang membawa kembali memori dan dedikasi ke tanah Timor Tengah Utara (TTU).

Sosok yang dahulu dikenal akrab oleh warga saat menjabat sebagai Kasat Lantas Polres TTU ini, kini resmi kembali menginjakkan kaki di markas yang sama. Namun, kali ini dengan tanggung jawab yang lebih besar sebagai Wakapolres TTU. Kembalinya sang putra daerah ke Bumi Biinmaffo bukan sekadar mutasi jabatan rutin, melainkan sebuah reuni emosional antara pemimpin dan rakyatnya.

Penunjukan Kompol Sudirman sebagai orang nomor dua di Polres TTU disambut hangat oleh berbagai lapisan masyarakat. Rekam jejaknya saat mengatur lalu lintas di persimpangan jalanan Kefamenanu masih terekam jelas di ingatan warga. Kedisiplinannya yang dibalut dengan pendekatan persuasif membuatnya menjadi figur yang disegani sekaligus dicintai.

Namun, ada satu peran yang paling menyentuh hati masyarakat: komitmennya menjadi Pembina Ojek Pangkalan di Terminal Kefamenanu. Terminal, yang sering dianggap sebagai titik nadi ekonomi sekaligus zona yang rentan gesekan, kini memiliki sosok pengayom yang memahami bahasa batin para pencari nafkah di jalanan.

Bagi para tukang ojek di Terminal Kefamenanu, Kompol Sudirman bukan sekadar pejabat Polri berseragam lengkap. Ia adalah kakak, sahabat, dan pembina yang mau duduk bersama di bangku kayu pangkalan sambil mendengarkan keluh kesah mereka.

"Beliau tidak datang untuk memerintah, tapi untuk merangkul. Kami merasa memiliki pelindung yang benar-benar mengerti kerasnya hidup di jalanan," ujar salah satu anggota ojek pangkalan di Terminal Kefamenanu.

Sebagai pembina, Kompol Sudirman menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan komunitas sektor informal. Ia percaya bahwa keamanan kota tidak hanya diciptakan melalui patroli bersenjata, tetapi melalui rasa saling memiliki. Dengan menjadikan tukang ojek sebagai mitra kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), ia secara tidak langsung membangun fondasi keamanan yang berbasis pada kearifan lokal.

Kembalinya Kompol Sudirman ke TTU membawa harapan baru bagi penegakan hukum yang lebih humanis. Sebagai putra yang dibesarkan dalam budaya Biinmaffo, ia memiliki pemahaman mendalam tentang karakter masyarakat setempat. Hal ini menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai konflik sosial dengan pendekatan kekeluargaan tanpa mengesampingkan supremasi hukum.

Jabatan Wakapolres yang kini diembannya merupakan amanah untuk memastikan bahwa pelayanan kepolisian di TTU tetap prima, transparan, dan yang paling penting, tetap rendah hati.