Jumat Curhat di Kelurahan Aplasi, Wakapolres TTU Serap Aspirasi Warga dan Tegaskan Komitmen Hadirkan Solusi Kamtibmas
Tribratanewsttu.com Aplasi, Timor Tengah Utara – Upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat terus dilakukan Polres Timor Tengah Utara (TTU) melalui program Jumat Curhat. Kegiatan yang menjadi wadah komunikasi langsung antara masyarakat dan kepolisian tersebut kembali digelar pada Jumat, 24 Juli 2026, mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai, bertempat di Posyandu Kelurahan Aplasi, Kampung Oemenu, RT 001/RW 001, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres TTU Kompol Sudirman, S.Sos., didampingi Kasat Binmas Polres TTU AKP I Made Seri bersama personel Satuan Binmas Polres TTU. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kelurahan Aplasi, Kasi Trantib Kelurahan Aplasi, Ketua RW 001, para Ketua RT 001, RT 002 dan RT 014, tokoh masyarakat, tokoh adat, anggota Linmas Kelurahan Aplasi serta masyarakat RW 001 yang antusias memanfaatkan kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan jajaran Polres TTU.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama, sambutan Kasat Binmas Polres TTU, sambutan Sekretaris Kelurahan Aplasi, sambutan Wakapolres TTU, sesi tanya jawab, foto bersama dan diakhiri dengan penutupan.
Dalam sambutannya, Wakapolres TTU menegaskan bahwa program Jumat Curhat merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Melalui forum tersebut, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun berbagai aspirasi yang membutuhkan perhatian pemerintah dan kepolisian.
Menurutnya, setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan langkah-langkah pelayanan kepolisian agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi di lingkungan Kelurahan Aplasi. Salah satunya disampaikan oleh Obi Makatita, yang mengungkapkan bahwa beberapa persoalan yang terjadi di lingkungan RW 001 sering kali tidak dapat diselesaikan di tingkat masyarakat sehingga akhirnya berlanjut ke proses hukum di Polres TTU.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolres TTU menjelaskan bahwa setiap desa maupun kelurahan telah memiliki seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas agar setiap persoalan dapat dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berkembang menjadi perkara hukum, sehingga hubungan persaudaraan di tengah masyarakat tetap terjaga.
Aspirasi lainnya disampaikan oleh Hermanus Leo, yang meminta bantuan Polres TTU untuk mendorong penyelesaian persoalan pembebasan lahan di wilayah RW 001. Menurutnya, sebagian besar kawasan tersebut masih berstatus kawasan hutan, sementara masyarakat telah lama membangun rumah tinggal di lokasi tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakapolres TTU menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan agar persoalan tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik dan memperoleh solusi yang terbaik bagi masyarakat.
Sementara itu, Chis Lapudooh menyampaikan keresahan warga terhadap aktivitas sejumlah pemuda yang masih berkeliaran hingga larut malam bahkan menjelang pagi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan munculnya tindakan premanisme maupun gangguan keamanan lainnya.
Menjawab hal tersebut, Wakapolres TTU memastikan bahwa Polres TTU akan meningkatkan kegiatan kepolisian melalui patroli dialogis, khususnya pada jam-jam rawan, guna mencegah aksi premanisme sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ruben Lapudooh mengusulkan agar Polres TTU dapat memberikan kemudahan dalam proses pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi para pemuda di Kampung Oemenu yang bekerja sebagai pengemudi ojek.

Menanggapi usulan tersebut, Wakapolres TTU menyampaikan bahwa Polres TTU siap memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam proses pengurusan SIM, dengan tetap mengedepankan pemenuhan persyaratan administrasi serta kelengkapan dokumen kendaraan bermotor sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Polres TTU kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Selain menjadi sarana menyerap aspirasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Curhat berlangsung dalam suasana penuh keakraban, dialogis, aman, tertib, dan lancar. Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan tindak lanjut Polres TTU melalui koordinasi lintas sektor serta peningkatan pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


