Hadirkan Rasa Aman di Pagi Hari, Kapolres TTU Terjunkan Personel Gabungan dalam Skema ‘Strong Point’ Masif

Hadirkan Rasa Aman di Pagi Hari, Kapolres TTU Terjunkan Personel Gabungan dalam Skema ‘Strong Point’ Masif

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu– Mengawali hari dengan rasa aman adalah hak setiap warga negara. Menyadari hal tersebut, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, di bawah komando langsung Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K, M.M., melakukan langkah proaktif dengan memaksimalkan seluruh kekuatan personelnya melalui kegiatan strong point pagi di berbagai titik strategis yang dinilai rawan terjadinya kecelakaan diwilayah hukum Polres TTU.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pengaturan lalu lintas biasa. Ini adalah wujud dari Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) guna merespons dinamika aktivitas masyarakat yang meningkat tajam di pagi hari, mulai dari pelajar yang berangkat sekolah hingga aparatur sipil dan pedagang yang memulai roda ekonomi.

Salah satu poin menarik dalam kebijakan kali ini adalah mobilisasi personel secara menyeluruh. Tidak hanya fungsi Lantas dan Samapta yang turun dengan seragam lengkap, namun Kapolres juga menerjunkan personel dari fungsi Intelkam dan Reskrim yang mengenakan pakaian sipil. Strategi ini diambil untuk memastikan pengawasan dilakukan dari berbagai sudut, baik secara preventif (pencegahan) maupun monitoring situasi keamanan secara tertutup.

Kehadiran fisik petugas di lapangan terbukti mampu menekan niat pelanggar lalu lintas serta mencegah potensi tindak kriminalitas jalanan.

Fokus utamanya adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang sering kali dipicu oleh ketidaktertiban pengendara di jam sibuk. Dengan adanya petugas di persimpangan dan area padat, kemacetan yang biasanya menjadi momok di pagi hari dapat diurai dengan lebih cepat.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K, M.M., dalam pernyataannya menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah merupakan kewajiban sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi insiden. Melalui strong point pagi ini, kami melakukan jemput bola. Seluruh personel, baik yang berpakaian dinas maupun preman, wajib hadir di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Tujuannya satu, yaitu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat TTU saat memulai aktivitasnya. Kami ingin memastikan anak-anak kita sampai di sekolah dengan selamat dan para pekerja tiba di kantor tanpa hambatan," tegas AKBP Eliana Papote.

Secara teknis, kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 06.30 WITA hingga aktivitas pagi masyarakat melandai. Petugas tidak hanya berdiri mengatur jalan, tetapi juga membantu menyeberangkan anak sekolah serta memberikan edukasi singkat bagi pengendara yang tidak menggunakan kelengkapan keselamatan seperti helm.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pokok kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Dengan penempatan personel di lokasi-lokasi seperti pasar, persimpangan jalan utama, dan area sekolah, Polres TTU menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya dilakukan di balik meja kantor, melainkan langsung menyentuh aspal jalanan tempat masyarakat beraktivitas.

Respons masyarakat sejauh ini sangat positif. Kehadiran polisi di pagi hari dianggap memberikan efek psikologis yang menenangkan, sehingga warga merasa lebih terlindungi dari gangguan keamanan maupun risiko kecelakaan. Langkah masif yang diinisiasi oleh AKBP Eliana Papote ini diharapkan dapat terus konsisten guna mewujudkan wilayah Timor Tengah Utara yang tertib, aman, dan kondusif.